Sudah menjadi pengetahuan masyarakat umum bahwa rumah adalah salah satu komoditas yang harganya cenderung terus mengalami kenaikan. Drastis atau tidak, kenaikan tetap bisa terjadi. Ada rumah yang dalam 10 tahun bisa mengalami kenaikan sampai dua kali lipat atau bahkan lebih, dan ada juga rumah yang dalam 10 tahun hanya mengalami 10% kenaikan. Semuanya bisa terjadi karena banyak faktor.
Di artikel kali ini, kita akan membicarakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tren kenaikan harga rumah. Faktor-faktor berikut ini mungkin masih terdengar asing tetapi memang beginilah adanya. Selamat membaca.
Kondisi Makro Ekonomi
Tren kenaikan harga rumah bisa dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro. Kondisi ini dipengaruhi oleh keadaan ekonomi secara luas tidak hanya di level nasional saja melainkan di level internasional juga. Misalkan kondisi ekonomi dunia sedang melemah sehingga perputaran investasi pun melambat. Biasanya orang-orang akan cenderung berinvestasi di instrumen yang stabil tidak terkecuali properti. Di sini tren harga rumah pun dapat terpengaruh baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Suku Bunga
Banyak dari orang sekarang yang membeli rumah dengan menggunakan uang pinjaman dari bank baik melalui mekanisme Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ataupun sistem lainnya. Karena uang yang dipakai adalah milik bank, aturan yang dipakai pun mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh bank termasuk bunga yang nilainya menyesuaikan dengan suku bunga yang dipatok oleh bank sentral.
Di sini, harga rumah dapat mengalami tren peningkatan saat suku bunga dinaikkan karena bunga yang ditetapkan juga mengalami kenaikan. Harga rumah pun bisa menjadi mahal daripada harga sebelumnya.
Lokasi
Lokasi keberadaan rumah juga dapat mempengaruhi tren kenaikan harga rumah. Misalkan rumah awalnya dibangun di sebuah lahan kosong tanpa adanya fasilitas. Harga rumah yang dibangun di kawasan seperti itu biasanya akan cenderung lebih murah dibandingkan dengan rumah yang dibangun di lahan yang di sana tersedia berbagai fasilitas.
Seiring berjalannya waktu, di sekitar rumah di tengah lahan kosong tadi mulai dibangun sekolah, rumah sakit, pasar, terminal, serta fasilitas penunjang lainnya, biasanya harga rumah akan mengalami penyesuaian.
Hal ini terjadi salah satunya dikarenakan meningkatnya peminat rumah di daerah tersebut. Harga rumah pun cenderung naik karena permintaan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan penawaran alias jumlah rumah yang terbatas.
Lokasi rumah menjadi hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan. Kalau bisa, kita perlu tahu bagaimana prospek lokasi rumah incaran kedepannya. Apakah wilayah tersebut akan makin ramai dan makin banyak fasilitas yang dibangun atau sebaliknya, sampai puluhan tahun ke depan tidak akan ada perubahan berarti yang mana akan berdampak terhadap tren kenaikan harga rumah ke depannya.
Tata Kota
Perencanaan kota yang bagus dapat membuat tren harga rumah mengalami kenaikan. Dengan adanya perencanaan kota yang bagus, orang-orang dapat makin tertarik untuk membeli rumah di wilayah tersebut. Lagi, hukum penawaran dan permintaan pun akan kembali bekerja di sini. Ketika penawaran tidak lebih tinggi dari permintaan, harga rumah pun akan cenderung mengalami kenaikan.
Bencana Alam
Beberapa waktu lalu, dunia mengalami wabah Covid-19 yang secara langsung maupun tidak langsung ikut berdampak pada tren kenaikan harga rumah. Ketika orang-orang tidak mempunyai uang dan permintaan akan rumah mengalami penurunan, harga rumah pun dapat mengalami penurunan.
Begitu pula dengan bencana lainnya seperti longsor atau gempa bumi. Daerah dengan potensi kebencanaan tinggi cenderung lebih murah dibandingkan dengan daerah yang aman. Masalahnya, kita tidak pernah tahu kapan bencana akan datang sehingga bisa saja rumah yang dulunya aman dari bencana berubah menjadi rawan dalam selang waktu beberapa tahun. Tren harga rumah pun bisa mengalami penurunan akibat adanya kondisi seperti itu.
Demikianlah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tren kenaikan harga rumah. Semoga bermanfaat dan selamat memilih rumah impian.
 WhatsApp: 0877-8121-8255
 Instagram: @microurbane
