Cahaya merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan oleh manusia. Saat di luar bangunan, manusia bisa mendapatkan cahaya langsung dari matahari. Namun, ketika berada di dalam sebuah gedung, tentu saja cahaya matahari tersebut akan terhalang.

Oleh karena itu, perlu adanya penerapan desain pencahayaan arsitektural pada sebuah bangunan agar ruangan yang dihuni bisa mendapatkan asupan cahaya yang cukup. Menerapkan desain pencahayaan merupakan hal yang penting. Pasalnya, cahaya bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya.

Pentingnya Pencahayaan

Sebelum membahas mengenai disiplin ilmu desain pencahayaan arsitektural, Anda perlu mengerti terlebih dahulu seberapa penting cahaya bagi kehidupan sehari-hari. Paling utama, Anda perlu mengerti bahwa cahaya memegang peran penting dan sangat krusial.

Pencahayaan itu sendiri adalah elemen yang sangatlah penting bagi terbentuknya sebuah informasi visual dari lingkungan kita. Jika tidak ada pencahayaan maka Anda tentu saja tidak bisa menikmati penginderaan visual yang ada di sekitar. Lingkungan tempat Anda berada menjadi buah karya arsitektur yang sangat indah jika mendapatkan pencahayaan yang sempurna.

Dengan adanya pencahayaan artifisial tidak hanya informasi visual yang bisa tampil, tetapi juga kualitas visual nantinya bisa meningkat. Dengan begitu, kebutuhan visual seseorang bisa terpenuhi.

Pencahayaan sangat mempengaruhi fisiologis serta psikologis manusia. Maksimalnya pencahayaan di dalam ruangan akan menunjang aktivitas seseorang yang ada di dalamnya. seperti itulah pentingnya cahaya dan sebuah pengaturan agar cahaya bisa menyinari sebuah ruangan bagi manusia. Tanpa cahaya, tidak hanya kesehatan tetapi juga aktivitas akan bisa terganggu dan menciptakan persoalan baru yang tidak diinginkan.

Apa Itu Desain Pencahayaan Arsitektural Sebenarnya?

Yang patut Anda ketahui, apa yang akan kita bahas merupakan sebuah ilmu atau salah satu cabang dari bidang keilmuan arsitektur. Tidak seperti arsitektur yang luas pembahasannya, pada desain pencahayaan ini orang-orang akan belajar khusus pada pencahayaan yang ada dalam sebuah bangunan.

Ilmu desain yang satu ini memiliki tujuan utama yaitu membuat sebuah rancangan pencahayaan sesuai arahan keterangan yang sesuai serta memiliki hasil yang tentu saja estetis. Dalam perancangan cahaya pada sebuah bangunan perlu sekali dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti sisi biaya dan juga efisiensi energy yang akan terbuang ketika menerapkan desain tersebut.

Orang-orang yang belajar ilmu ini dan menerapkannya pada sebuah bangunan atau ruangan biasanya orang sebut dengan desainer pencahayaan. Seorang ahli desainer pencahayaan harus memiliki pengetahuan mengenai aspek fisis pada cahaya. Lalu juga memahami betul perihal fisiologi dan faktor psikologis persepsi cahaya yang akan manusia terima ketika rancangan pencahayaan itu diterapkan.

Konsep Mendesain Cahaya

Merancang atau mendesain cahaya itu artinya melakukan perancangan tentang bagaimana nantinya seseorang bisa melihat. Para desainer pencahayaan bertugas untuk membentuk serta mengarahkan orang-orang untuk bisa melihat objek tertentu.

Pekerjaan dari seorang desainer cahaya itu tidak dilakukan dari nol. Akan tetapi harus mulai dengan sebuah objek pencahayaan yang telah ada sebelumnya. Lalu, desainer akan membuat desain dengan cara yang paling efisien ketika melihat objek lama tersebut.

Meskipun desain yang satu ini khusus, akan tetapi dalam bekerjanya seorang desainer pencahayaan tidak bisa berdiri sendiri. Mereka perlu sekali bekerja secara intensif dengan bidang lainnya karena detail-detail sebuah bangunan dan pencahayaan itu memiliki keterkaitan yang sangat erat. Dalam artian, para desainer arsitektur perlu berkolaborasi secara bersama agar bisa menghasilkan karya yang terbaik.

Fungsi dari Desain Pencahayaan Arsitektural

Ada beberapa fungsi dari desain pencahayaan seperti yang ada di penjelasan berikut ini.

Memberikan Pencahayaan Sesuai Kebutuhan

Fungsi pertama dari pengaturan atau merancang sebuah desain pencahayaan adalah memberikan cahaya sesuai fungsional kegiatan yang hendak orang terapkan di dalam bangunannya. Perlu sekali memperhitungkan kegunaan dari ruangan tersebut untuk membuat rancangan desain cahaya. Misalnya saja untuk pencahayaan dalam ruang meeting dengan pencahayaan dalam bioskop pasti rancangannya berbeda.

Sebagai Elemen Yang Mendefinisikan Ruang

Jadi pencahayaan itu tidak hanya sinar, tetapi juga memiliki sebuah hierarki dan juga memiliki peran untuk menentukan kedalaman ruang. Lewat cahaya banyak hal bisa dijelaskan seperti halnya elemen ruang serta bentuknya, dan sebagai pembentuk dari petunjuk arah serta orientasi dari sebuah ruang.

Memperkuat Kesan Dari Bangunan

Tentu saja salah satu tujuan dari adanya desain pencahayaan arsitektural adalah berdasar pada aspek estetik. Para desainer memiliki tugas untuk memperindah dan membangun kesan yang berbeda dari lahan garapan mereka dengan bangunan-bangunan lainnya. Fungsi memperkuat kesan dari bangunan menjadi hal yang memang seharusnya ada dalam ilmu arsitektur.

Ruang Lingkup Pekerjaan Bidang Desain Pencahayaan Arsitektural

Anda sudah sedikit mendapatkan gambaran dari pekerjaan seorang desainer pencahayaan arsitektural lewat pembahasan yang ada di atas. Namun, bidang arsitektur cahaya ini memiliki ruang lingkup kerja khususnya tersendiri.

Ruang lingkup kerjanya antara dimulai dari membuat sebuah konsep pencahayaan. Pada lingkup ini tentu saja melakukan koordinasi dengan para desainer bidang lain menjadi hal yang krusial. Ini karena akan menentukan hasil akhir dari sebuah bangunan itu sendiri.

Lalu, ada pengerjaan pembuatan gambar kerja. Gambar kerja akan disesuaikan dengan kebutuhan serta permintaan seorang klien yang memesan jasa mereka.

Selanjutnya adalah pemilihan material pencahayaan. Di dalamnya juga melingkupi soal memilih armature atau rumah lampu yang sesuai dengan kebutuhan gedung atau ruangan tersebut. Seorang desainer harus menghitung kuantitas atau jumlah keperluan bahan pencahayaan yang diperlukan. Termasuk juga memperhitungkan anggaran biaya yang nanti perlu klien penuhi.

Setelahnya ruang lingkup desain pencahayaan arsitektural itu melingkupi soal penjadwalan pemasangan bahan pencahayaan tersebut dan supervisi ketika bahan atau armatur terpasang di ruangan. Saat itu perlu penilaian dan evaluasi lebih lanjutnya.

Seperti itulah penjelasan singkat mengenai desain pencahayaan arsitektural. Masih ada pembahasan lain yang bisa Anda ketahui dengan membacanya pada sumber lainnya. Ini karena ilmu terus berkembang dan selalu ada yang baru. Pembahasan di atas bisa menjadi sebuah pengantar untuk Anda mengenal lebih dalam soal ilmu dan penerapan desain pencahayaan.

📞   WhatsApp: 0877-8121-8255

📸  Instagram: @microurbane

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *