Bagi sebagian orang, membangun rumah dianggap sebagai sesuatu yang sederhana dan bisa dilakukan pada siapa saja. Hal ini tidaklah mengherankan karena ada banyak rumah di Indonesia yang berhasil dibangun tanpa membutuhkan jasa seorang arsitek atau perencana bangunan.
Selain itu, jasa arsitek dan perencana bangunan memang belum cukup populer digunakan untuk pembangunan rumah dengan skala satuan. Jasa arsitek dan perencana bangunan lebih populer digunakan ketika bangunan yang hendak dibangun berbentuk gedung tinggi atau perumahan skala besar.
Padahal jasa arsitek dan juga perencana bangunan bisa dan ada baiknya digunakan untuk membangun rumah meski yang dibangun hanyalah satu rumah. Penggunaan jasa menjadi makin relevan ketika rumah yang diinginkan memiliki bentuk dan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya.
Misalnya rumah yang didirikan di lingkungan jarang angin dan udara yang kering. Pemilik tanah menghendaki dibangunnya rumah yang tidak sumpek dan nyaman di lingkungan seperti itu. Di situlah peran arsitek dan perencana bangunan menjadi penting demi mewujudkan kebutuhan calon pemilik rumah.
Pekerjaan Bidang Arsitek dan Perencana Bangunan
Sebenarnya, apa peran atau tugas seorang arsitek dan perencana bangunan dalam proses pembangunan rumah? Berikut adalah di antaranya:
Pembuatan Konsep Rancangan
Langkah pertama yang umumnya dilakukan arsitek dan perencana bangunan adalah membuat konsep dari rancangan. Pada tahap ini, mereka mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk nantinya diolah menjadi sebuah konsep.
Data-data yang dikumpulkan meliputi kondisi lingkungan, luas lahan, potensi hambatan, kondisi bangunan yang akan direnovasi, serta data-data penting lainnya. Pada tahap ini, arsitek atau perencana bangunan biasanya akan mendatangi langsung lokasi yang dimaksudkan oleh klein sehingga data yang dikumpulkan dapat terjaga validitasnya.
Prarancangan
Mengacu pada konsep yang telah dibuat sebelumnya, arsitek dan perencana bangunan akan menyusun pola dasar bangunan yang hendak dibangun. Pola di sini termasuk juga fungsi dari bangunan tersebut.
Pada tahap ini biasanya akan diketahui perkiraan luas bangunan, bahan baku apa saja yang dibutuhkan, sistem pembangunan, biaya yang diperlukan, serta estimasi lama waktu yang dibutuhkan.
Klien dapat memberikan masukan serta saran kepada arsitek terkait bangunan yang hendak dibangun misalnya dari segi desain atau segi lainnya.
Pengembangan Rancangan
Tahap selanjutnya adalah pengembangan rancangan yang telah disepakati antara arsitek dengan klien. Di sinilah rancangan kasar sebelumnya akan diperhalus dan akan makin diketahui detail apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan bangunan yang diinginkan.
Pembuatan Gambar Kerja
Berikutnya, rancangan tadi akan dibuat menjadi lebih detail lagi. Biasanya arsitek akan membuat gambar-gambar yang lebih rinci dan bisa dimengerti oleh orang lain. Hal ini sangatlah penting supaya tidak terjadi kesalahpahaman saat proses pembangunan di lapangan nantinya.
Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi
Di tahap ini, semua dokumen yang dibutuhkan telah selesai dan saatnya maju ke proses eksekusi. Di sini arsitek dan perencana bangunan akan membantu klien dalam menentukan bahan baku apa saja yang diperlukan sehingga tidak terjadi salah pilih yang nantinya berpotensi merugikan klien.
Pengawasan Secara Berkala
Tugas arsitek dan perencana bangunan tidak terbatas pada tahap perencanaan saja melainkan juga selama proses pembangunan. Hal ini menjadi perlu supaya bangunan yang dibangun tetap sesuai dengan rencana yang sebelumnya telah disiapkan. Kesalahan pembangunan sekecil apapun dapat merugikan klien.
Jasa Arsitek dan Perencanaan Bangunan di MicroUrbane
Untuk kamu yang sedang membutuhkan jasa arsitek dan perencana bangunan terpercaya, kamu bisa mempercayakannya pada MicroUrbane. Sudah banyak klien yang puas dengan hasil kerja MicroUrbane dan kamu bisa menjadi salah satunya.
Kamu juga bisa mengkonsultasikan kebutuhan serta keinginanmu supaya rumah impian yang selama ini kamu idam-idamkan dapat terealisasikan.
 WhatsApp: 0877-8121-8255
 Instagram: @microurbane
